Pemberdayaan Komunitas Dignity-Warrior: Peningkatan Efikasi Diri dan Resiliensi Spiritual dalam Perawatan Mandiri Luka Kaki Diabetik (LKD) di Wilayah Kepulauan

Pengabdian

Authors

  • Usman Usman Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan
  • Cau Kim Jiu Institut Teknologi dan Keseahatan Muhammadiyah Kalimantan Barat
  • Uji Kawuryan Institut Teknologi dan Keseahatan Muhammadiyah Kalimantan Barat
  • Esa Fitariani Institut Teknologi dan Keseahatan Muhammadiyah Kalimantan Barat
  • Shiva Nurhaliza Institut Teknologi dan Keseahatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6682

Keywords:

Dignity-Warrior, Efikasi Diri, Luka Kaki Diabetik, Wilayah Kepulauan, Resiliensi Spiritual.

Abstract

Luka Kaki Diabetik (LKD) merupakan salah satu komplikasi kronis Diabetes Melitus yang paling ditakuti karena tingginya risiko amputasi dan mortalitas. Di wilayah kepulauan, hambatan geografis, cuaca ekstrem, serta keterbatasan akses transportasi laut dan fasilitas medis spesialis memperparah kerentanan klinis pasien. Manajemen mandiri (self-care) di tingkat keluarga menjadi benteng pertahanan utama, yang sangat dipengaruhi oleh tingkat efikasi diri dan kekuatan psikospiritual internal pasien. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas Dignity-Warrior melalui intervensi peningkatan efikasi diri (self-efficacy) dan resiliensi spiritual dalam tata laksana perawatan mandiri LKD di daerah terpencil kepulauan. Pelaksanaan program PKM ini diselenggarakan secara intensif pada tanggal 14 April 2026 berlokasi di UPT Puskesmas Padang Tikar. Sasaran kegiatan (mitra) berjumlah 35 orang yang terdiri dari pasien diabetes dengan LKD, keluarga pasien sebagai caregiver utama, serta perawat lini depan Puskesmas Padang Tikar. Metode intervensi yang diaplikasikan mencakup edukasi interaktif berbasis audio-visual, demonstrasi teknik pencucian dan perawatan luka modern-basa dengan material lokal terjangkau, serta pembentukan kelompok konseling spiritual (spiritual counseling group). Evaluasi program diukur menggunakan kuesioner efikasi diri perawatan luka dan skala resiliensi spiritual (pre-test dan post-test). Pengabdian ini berhasil menginisiasi komunitas Dignity-Warrior sebagai wadah peer-support terstruktur. Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan (p < 0,05) pada rata-rata skor efikasi diri pasien dan keluarga dalam melakukan debridemen mandiri ringan serta teknik balutan modern sebesar 45%. Selaras dengan hal tersebut, skor resiliensi spiritual mengalami peningkatan bermakna, mengurangi tingkat kecemasan dan keputusasaan pasien. Perawat puskesmas mendapatkan peningkatan kapasitas teknis pendampingan komunitas berkelanjutan. Integrasi antara keterampilan klinis mandiri dan penguatan resiliensi spiritual melalui payung komunitas Dignity-Warrior terbukti efektif meningkatkan kapasitas hidup sehat pasien diabetes di wilayah kepulauan, sekaligus memitigasi keterbatasan fasilitas kesehatan sekunder.

References

Anggraini, D., & Wijaya, S. (2023). Tantangan pemenuhan logistik medis dan alat kesehatan habis pakai di fasilitas pelayanan kesehatan primer daerah terpencil dan kepulauan. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 26(2), 115–122. https://doi.org/10.22146/jmpk.v26i2.7845

Anwar, K., Nurrachmawati, A., & Handayani, R. (2024). Karakteristik sosiodemografi dan hubungannya dengan tingkat kepatuhan manajemen mandiri penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah pesisir Kalimantan Barat. Jurnal Keperawatan Indonesia, 27(1), 34–43. https://doi.org/10.7454/ jki.v27i1.1209

Fauzi, A., & Siregar, M. (2025). Modifikasi balutan luka konvensional menjadi modern dressing berbasis bahan lokal ekonomis untuk penanganan ulkus diabetikum di puskesmas pedalaman. Jurnal Ilmiah Keperawatan Komunitas, 13(2), 89–97.

International Diabetes Federation [IDF]. (2022). IDF Diabetes Atlas (10th ed.). International Diabetes Federation.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Kemenkes RI]. (2023). Pedoman nasional pelayanan kedokteran: Tata laksana komplikasi ulkus diabetikum dan tata laksana kaki diabetik holistik. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI.

Kristian, R., & Hartati, S. (2024). Hubungan antara dukungan emosional keluarga (caregiver) dengan tingkat kecemasan eksistensial pada lansia penderita luka kronis diabetes melitus. Jurnal Keperawatan Jiwa, 12(3), 411–418. https://doi.org/10.26714/jkj.v12i3.13442

Mardiana, E., & Utami, K. D. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi self-care behavior pada pasien diabetes melitus tipe 2 berdasarkan teori kognitif sosial Albert Bandura. Journal of Holistic Nursing Science, 10(1), 56–67. https://doi.org/10.31603/nursing.v10i1.8122

Nurasiah, A., & Wijaya, I. (2025). Pengaruh resiliensi spiritual terhadap penekanan sekresi kortisol dan kecepatan proliferasi jaringan pada pasien ulkus diabetikum. Jurnal Keperawatan Klinis Indonesia, 14(2), 112–119.

Pradana, A., & Lestari, P. (2024). Efektivitas penerapan low-cost tele-nursing berasaskan aplikasi pesan instan terhadap kepatuhan perawatan luka kaki diabetik di daerah kepulauan terpencil. Jurnal Teknologi Kesehatan Digital, 5(2), 73–81. https://doi.org/10.35842/jtkd.v5i2.322

Pratiwi, L. N., & Setiawan, A. (2022). Gambaran tingkat efikasi diri pasien diabetes melitus dalam melakukan perawatan kaki mandiri untuk mencegah ulkus diabetikum di rumah. Indonesian Journal of Nursing Health Science, 7(2), 131–140.

Putra, A. D., & Handayani, S. (2025). Pengembangan model peer-support group berbasis komunitas lokal di daerah kepulauan untuk penanggulangan penyakit tidak menular kronis. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 9(1), 45–52.

Rizal, M., & Amin, M. (2024). Analisis hambatan geografis dan cuaca ekstrem terhadap askesibilitas pelayanan kesehatan primer di wilayah kepulauan Indonesia. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 11(3), 201–209. https://doi.org/10.22146/jkki.v11i3.9103

Sari, N. P., Utami, T., & Setiawan, B. (2022). Efikasi diri dan perilaku perawatan mandiri (self-care behavior) pasien diabetes melitus dengan luka kaki diabetik (LKD). Journal of Holistic Nursing Science, 9(2), 88–96. https://doi.org/10.31603/nursing.v9i2.6455

Siregar, R. (2023). Beban psikologis caregiver keluarga dalam merawat pasien dengan luka kronis gangren diabetes melitus di lingkungan rumah tangga. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(4), 345–352. https:// doi.org/10.26714/jkj.v11i4.11902

Suharto, T., & Wulandari, R. (2024). Dampak kelembapan balutan (moist wound healing) pada perawatan luka kaki diabetik menggunakan kombinasi material sediaan lokal terhadap kenyamanan fisik pasien. Jurnal Luka Indonesia, 10(1), 15–24.

Wibowo, T., & Hasanah, U. (2024). Korelasi resiliensi spiritual dengan kualitas hidup (quality of life) pasien diabetes melitus tipe 2 yang mengalami komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Jurnal Psikologi Kesehatan Spiritual, 6(2), 102–111.

Yusuf, M., & Kurniawan, A. (2024). Optimalisasi peran perawat komunitas lini depan dalam pendampingan peer-support group penderita penyakit kronis di daerah pesisir kepulauan. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 10(1), 28–37. https://doi.org/ 10.22146/jpkm.v10i1.8901

Downloads

Published

04-06-2026

How to Cite

Usman Usman, Cau Kim Jiu, Uji Kawuryan, Esa Fitariani, & Shiva Nurhaliza. (2026). Pemberdayaan Komunitas Dignity-Warrior: Peningkatan Efikasi Diri dan Resiliensi Spiritual dalam Perawatan Mandiri Luka Kaki Diabetik (LKD) di Wilayah Kepulauan: Pengabdian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 26400–26408. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6682

Most read articles by the same author(s)