Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengembangan Desa Agroekoedutourism Berbasis Ketahanan Iklim di Desa Tumpatan Nibung, Kabupaten Deli Serdang
Pengabdian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7080Keywords:
Agroekoedutourism, Ketahanan Iklim, Pemberdayaan Masyarakat, Pertanian Berkelanjutan, Living LaboratoryAbstract
Perubahan iklim telah menjadi tantangan global yang berdampak signifikan terhadap sektor pertanian, lingkungan, dan kehidupan masyarakat pedesaan. Peningkatan suhu udara, perubahan pola curah hujan, serta meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem menyebabkan penurunan produktivitas pertanian dan meningkatnya kerentanan masyarakat desa. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat adalah melalui pengembangan Desa AgroEkoEduTourism berbasis ketahanan iklim. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian, lingkungan, pendidikan, dan wisata secara terpadu di Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), dan pendampingan masyarakat. Peserta kegiatan terdiri atas kelompok tani, pemuda desa, perangkat desa, pengelola BUMDes, dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, Dosen Fakultas Pertanian UISU, dan beberapa dsoen dari universitas lain. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai konsep AgroEkoEduTourism, pertanian berkelanjutan, konservasi lingkungan, dan strategi adaptasi perubahan iklim. Program ini juga menghasilkan rencana pengembangan kawasan edukasi pertanian, penguatan kelembagaan masyarakat, serta pembentukan model Living Laboratory berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dan mendukung terwujudnya Desa Tumpatan Nibung sebagai model Desa AgroEkoEduTourism berbasis ketahanan iklim yang berkelanjutan.
References
Altieri, M. A., & Nicholls, C. I. (2017). The adaptation and mitigation potential of traditional agriculture in a changing climate. Climatic Change, 140(1), 33–45.
Armitage, D., Berkes, F., Dale, A., Kocho-Schellenberg, E., & Patton, E. (2018). Co-management and the co-production of knowledge: Learning to adapt in Canada's Arctic. Global Environmental Change, 20(6), 995–1004.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Deli Serdang. (2024). Kabupaten Deli Serdang dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Deli Serdang.
FAO. (2022). Climate Smart Agriculture Sourcebook. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.
FAO. (2023). The State of Food and Agriculture 2023: Climate Change Adaptation in Agriculture. Rome: FAO.
Fitriani, R., Siregar, H., & Wahyuni, S. (2023). Community-based ecotourism development in supporting sustainable rural development. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 19(2), 145–156.
Geels, F. W. (2019). Socio-technical transitions to sustainability: A review of criticisms and elaborations. Environmental Innovation and Societal Transitions, 1(1), 24–40.
IPCC. (2023). Climate Change 2023: Synthesis Report. Geneva: Intergovernmental Panel on Climate Change.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan. Jakarta.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pertanian Berkelanjutan dan Adaptasi Perubahan Iklim. Jakarta.
Klerkx, L., Van Mierlo, B., & Leeuwis, C. (2019). Evolution of systems approaches to agricultural innovation: Concepts, analysis and interventions. Farming Systems Research into the 21st Century, 457–483.
Leminen, S., Westerlund, M., & Nyström, A. G. (2018). Living Labs as open innovation networks. Technology Innovation Management Review, 2(9), 6–11.
Moran, D., & Wall, E. (2021). Climate change adaptation and rural resilience. Journal of Rural Studies, 83, 112–121.
Nurhayati, N., Asmanizar, A., & As’ad, A. (2025). Model Pertanian Berkelanjutan Berbasis Ketahanan Iklim di Sumatera Utara. Medan: UISU Press.
OECD. (2020). Rural Well-being: Geography of Opportunities. Paris: OECD Publishing.
Pretty, J., Benton, T. G., Bharucha, Z. P., Dicks, L. V., Flora, C. B., Godfray, H. C. J., ... & Wratten, S. D. (2018). Global assessment of agricultural system redesign for sustainable intensification. Nature Sustainability, 1(8), 441–446.
Rahmawati, D., Hidayat, T., & Nugroho, A. (2022). Sustainable tourism development based on community empowerment. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 17(1), 15–28.
Reed, M. S., Stringer, L. C., Dougill, A. J., Perkins, J. S., Atlhopheng, J. R., Mulale, K., & Favretto, N. (2020). Reorienting land degradation towards sustainable land management. Land Degradation & Development, 31(6), 735–746.
Sachs, J. D., Lafortune, G., Kroll, C., Fuller, G., & Woelm, F. (2024). Sustainable Development Report 2024. Cambridge: Cambridge University Press.
UNDP. (2021). Climate Resilient Rural Development Framework. New York: United Nations Development Programme.
UNEP. (2023). Adaptation Gap Report 2023. Nairobi: United Nations Environment Programme.
UNWTO. (2022). Rural Tourism and Sustainable Development. Madrid: World Tourism Organization.
Wibowo, A., Suryanto, D., & Harahap, F. (2024). Climate-smart agriculture as an adaptation strategy for rural communities in Indonesia. Indonesian Journal of Agricultural Science, 25(1), 45–56.
Yoeti, O. A. (2019). Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Zhang, X., Wang, Y., Liu, H., & Chen, L. (2021). Climate change adaptation in sustainable agriculture: A review. Sustainability, 13(8), 4521.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurhayati, Ahyani Ridhayani Lubis, Lucia Dewi Indrayani Manurung, Misnun, Fuad Balatif, Ichfan Zulfansyah, Hafiz Nurdiansyah, Dirhamsyah, Liandra Khairunnisa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












