Perencanaan Program Gizi Berbasis Community Diagnosis melalui Praktik Belajar Lapangan Mahasiswa Jurusan Gizi di Desa Durian Kabupaten Deli Serdang

Pengabdian

Authors

  • Haripin Togap Sinaga Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan
  • Berlin Sitanggang Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan
  • Sri Heriyanto Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7447

Keywords:

Community Diagnosis, Nutrition Program Planning, Community Empowerment, Field Learning Practice, Nutritional Status

Abstract

Perencanaan program gizi yang efektif memerlukan identifikasi masalah berbasis data lokal melalui community diagnosis. Praktik Belajar Lapangan Perencanaan Program Gizi (PBL-PPG) mahasiswa Prodi Gizi bertujuan menghasilkan data status dan faktor ekologi gizi sebagai dasar penyusunan intervensi sesuai kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini mendeskripsikan perencanaan program gizi berbasis community diagnosis di Desa Durian, Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan adalah community-based participatory approach melalui koordinasi, pengumpulan dan analisis data, penentuan prioritas masalah, penyusunan program, edukasi gizi, serta evaluasi bersama masyarakat. Data diperoleh melalui pengukuran antropometri, wawancara, observasi, dan diskusi kelompok. Hasil community diagnosis menunjukkan masalah gizi balita dipengaruhi pola konsumsi, praktik pengasuhan, sanitasi, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Berdasarkan prioritas masalah disusun program edukasi gizi, penguatan kapasitas kader, pemantauan pertumbuhan balita, dan promosi perilaku hidup bersih dan sehat. Dukungan pemerintah desa, kader Posyandu, dan masyarakat meningkatkan partisipasi dalam pemantauan pertumbuhan serta edukasi gizi.

References

Borghi, E., & Sachdev, H. S. (2024). Should a single growth standard be used to judge the nutritional status of children under age 5 years globally: Yes. The American Journal of Clinical Nutrition, 120(4), 764–768. https://doi.org/10.1016/j.ajcnut.2024.04.019

Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development: Experiments by Nature and Design. Harvard University Press.

Kolb, D. A. (2015). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development (2nd ed.). Pearson Education.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.

UNICEF. (2020). Improving Young Children's Diets During the Complementary Feeding Period. UNICEF.

UNICEF, World Health Organization, & World Bank. (2024). The Joint Child Malnutrition Estimates (JME) 2024 Edition. World Health Organization.

World Health Organization. (2024). WHO Child Growth Standards. World Health Organization.

World Health Organization. (2006). WHO child growth standards: Length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age: Methods and development. World Health Organization.

World Health Organization. (2023). WHO guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. World Health Organization. WHO Complementary Feeding Guideline 2023

Downloads

Published

18-07-2026

How to Cite

Sinaga, H. T., Sitanggang, B., & Heriyanto, S. (2026). Perencanaan Program Gizi Berbasis Community Diagnosis melalui Praktik Belajar Lapangan Mahasiswa Jurusan Gizi di Desa Durian Kabupaten Deli Serdang: Pengabdian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 5(1), 1402–1411. https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7447