Penyutradaraan film “Dalam Bayang” menggunakan pendekatan realisme dan estetika visual

Authors

  • Eka Pebrianto Saputra Universitas Potensi Utama
  • Sri Wahyuni Universitas Potensi Utama

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3914

Keywords:

Estetika visual,Film, Mise-en-scène, Penyutradaraan, Realisme, Sinematografi.

Abstract

Film Dalam Bayang merupakan karya penciptaan yang mengusung pendekatan realisme dan estetika visual sebagai dasar utama dalam penyutradaraan. Film ini mengangkat dinamika hubungan dua sahabat, Ryan dan Rara, yang hidup dalam batas antara pertemanan dan cinta. Pendekatan realisme dipilih untuk menghadirkan narasi yang jujur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui penggunaan lokasi nyata, pencahayaan alami, dialog natural, dan performa aktor yang organik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kreatif, observasi, riset literatur, serta analisis karya untuk memastikan setiap keputusan visual dan dramatik memiliki landasan teoretis. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa kombinasi teori realisme Bazin, mise-en-scène Bordwell & Thompson, serta estetika visual Zettl berhasil mendukung suasana emosional yang melankolis sekaligus intim. Penerapan komposisi ruang, warna, blocking, dan pergerakan kamera memperkuat pengalaman sinematik yang reflektif. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan realisme dan estetika visual mampu menciptakan film yang autentik, komunikatif, dan berkesan secara emosional, sekaligus memberikan kontribusi pada praktik penyutradaraan film berbasis pendekatan visual yang natural dan artistik.

References

Arifin, M. A., & Hidayat, R. (2020). Realisme dalam sinema Indonesia kontemporer. Jurnal Kajian Film dan Media, 8(2), 115–128.

Aulia, R. (2018). Mise-en-scène sebagai konstruksi makna dalam film fiksi. Jurnal Ilmu Komunikasi Visual, 5(1), 22–33.

Bordwell, D., & Thompson, K. (2019). Film art: An introduction (12th ed.). McGraw-Hill.

Cardullo, B. (2011). Bazin and the politics of realism. Berghahn Books.

Darmawan, T. (2019). Representasi emosi melalui pencahayaan alami dalam film independen. Jurnal Sinematografi Nusantara, 4(3), 44–56.

Gunawan, S. (2022). Estetika visual dalam film drama psikologis. Jurnal Visual dan Media, 10(1), 1–14.

Hakim, R., & Nanda, F. (2017). Realisme sinematik dalam perfilman Asia Tenggara. Jurnal Media Kreatif, 6(2), 33–42.

Kurniawan, A. (2020). Improvisasi aktor dalam penyutradaraan realis. Jurnal Seni Pertunjukan & Film, 12(1), 57–68.

Lestari, S. (2021). Warna dan suasana dalam film: Analisis estetika visual. Jurnal Marwah Sinema, 9(2), 103–116.

Nagib, L. (2011). World cinema and the ethics of realism. Continuum.

Pratista, H. (2008). Memahami film. Homerian Pustaka.

Putri, D. A., & Siregar, J. (2019). Penggunaan natural light pada produksi film digital. Jurnal Fotografi & Film, 5(2), 41–50.

Santoso, Y., & Hartati, N. (2022). Narasi intim dalam film remaja Indonesia. Jurnal Naratif Multimedia, 4(1), 90–102.

Widodo, A. (2018). Dinamika visual dalam teknik long take. Jurnal Sinema & Media Baru, 6(2), 27–39.

Zettl, H. (2011). Sight, sound, motion: Applied media aesthetics (6th ed.). Wadsworth Publishing.

Downloads

Published

18-12-2025

How to Cite

Eka Pebrianto Saputra, & Sri Wahyuni. (2025). Penyutradaraan film “Dalam Bayang” menggunakan pendekatan realisme dan estetika visual. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(2), 13733–13743. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3914