Hubungan Kepatuhan Perawat dalam Pelaksanaan Standar Prosedur Operasional Pemasangan Infus dengan Kejadian Plebitis di RSUD Anutapura Palu
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5302Keywords:
Kepatuhan Perawat, Pemasangan Infus, Plebitis, SPOAbstract
Plebitis merupakan salah satu bentuk infeksi nosokomial yang kerap terjadi dan dapat menyebabkan peningkatan lama perawatan pasien, bertambahnya biaya pelayanan kesehatan, serta menurunnya kualitas pelayanan di rumah sakit. Salah satu faktor yang berperan penting dalam terjadinya plebitis adalah rendahnya tingkat kepatuhan perawat terhadap standar prosedur operasional dalam pemasangan infus. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan perawat dalam menerapkan standar prosedur operasional pemasangan infus dengan kejadian plebitis di RSUD Anutapura Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 350 perawat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan metode cluster random sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan klaster. Jumlah sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 78 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil penelitian, dari total 78 responden terdapat 23 perawat (29,5%) yang tidak patuh dalam pelaksanaan standar prosedur operasional pemasangan infus, dan jumlah responden yang mengalami plebitis juga sebanyak 23 orang (29,5%). Analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan standar prosedur operasional pemasangan infus dengan kejadian plebitis, dengan nilai p sebesar 0,001. Terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan perawat dalam menerapkan standar prosedur operasional pemasangan infus dengan kejadian plebitis di RSUD Anutapura Palu, dengan nilai p sebesar 0,001 (p<0,05). Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin rendah tingkat kepatuhan perawat terhadap pelaksanaan SPO pemasangan infus, maka risiko terjadinya plebitis semakin meningkat. Dengan demikian, penerapan SPO pemasangan infus secara konsisten dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan plebitis
References
Sari, R.P., Lubis, V.H. and Purwanti, H. (2024) ‘Gambaran Faktor-Faktor Risiko Kejadian Plebitis pada Pasien di Ruang Perawatan Dewasa Akibat Terapi Cairan Intravena di RS “X” Jakarta Barat’, Jurnal Kesehatan STIKes IMC Bintaro, 7(1), pp. 54–61.
Hastuti, E.P., Armiyati, Y. and Soesanto, E. (2025) ‘Pencegahan Plebitis dengan Assesment Skor Diva dalam Intervensi Bundle Adult’, MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 5(1), pp. 48–61.
Suryadi, S. (2024) ‘Hubungan Kepatuhan Perawat Dalam Melaksanakan SPO Pemasangan Infus Dengan Kejadian Phlebitis Di Ruang Rawat Inap Teratai RSUP Fatmawati Jakarta’, Indonesian Scholar Journal of Nursing and Midwifery Science (ISJNMS), 4(03), pp. 99–107.
WHO (2024) Report on the Burden of Endemic Health Care-Associated Infection Worldwide: Clean Care is Safer Care. Switzerland.
Kemenkes RI (2023) Prevalensi kejadian NAIS di Indonesia. Jakarta.
Aziz, A. and Zakir, S. (2022) ‘Indonesian Research Journal on Education’, Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(3), pp. 1030–1037.
Herlina, Y. and Setiawan, A. (2019) ‘Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kepatuhan Perawat Terhadap Standar Prosedur Operasional’, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 10(1), pp. 45–53.
Safitri, A., Pratiwi, D. and Kusuma, R. (2022) ‘Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kepatuhan Prosedur Keperawatan’, Jurnal Keperawatan Komunitas, 11(1), pp. 55–62.
Melania, M.Y., Tat, F. and Tahu, S.K. (2020) ‘Hubungan Kepatuhan Perawat dalam Implementasi Spo Pemberian Cairan/elektrolit melalui Intravena (Ivfd) dengan Kejadian Flebitis di RSUD Sk Lerik Kota Kupang’, CHMK Nursing Scientific Journal, 4(3), pp. 290–295.
Danasti, Z.N. and Aini, Q. (2024) ‘Implementasi dan Dampak Peraturan Rumah Sakit dalam Pelayanan Kesehatan Indonesia’, 2024.
Nur, I. et al. (2025) ‘Hubungan Karakteristik Perawat dengan Kepatuhan Perawat dalam Pelaksanaan SOP Pemasangan Infus Universitas Islam Sultan Agung , Indonesia dilaksanakan di rumah sakit
Hutapea, S.C.Y. et al. (2025) ‘INDONESIA BAGIAN TENGAH DESCRIPTION OF IMPLEMENTATION OF STANDARD OPERATING PROCEDURE IN INSERTING INRAVENOUS ACCES BY THE NURSE IN A PRIVATE HOSPITAL IN CENTRAL INDONESIA atau Health Care Associated Infection ( HAI ’ s ), yaitu infeksi yang didapatkan’, 7(2), pp. 68–77
Daud, A., Isnani, N. and Zaki, M. (2024) ‘Nurses ’ Perception of Risk Factors of Phlebitis Associated with Peripheral Intravenous Catheter : A Cross-Sectional Study’, 7(May), pp. 11–16.
Hanifah, A.N. and Rejeki, M. (2024) ‘Hubungan Kepatuhan SOP Pemasangan Infus Oleh Perawat Dengan Peluang Terjadinya Kejadian Phlebitis di Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri’, Indonesian Journal of Hospital Administration, 7(1), pp. 19–24.
Batubara, K. et al. (2021) ‘Pengaruh Perawatan Area Pemasangan Infus Terhadap Kejadian Phlebitis Di Rumah Sakit Kota Kisaran’, Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah, 4(2), pp. 58–66
Braga, L.M., Souza, C.C. De and Melo, M.N. (2018) ‘O modelo de Betty Neuman no cuidado ao doente com cateter venoso periférico’, pp. 159–168.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Regita Cahyani Putri, Djuwartini, Ismunandar Wahyu Kindang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












