Hubungan Self-Efficacy dalam Melakukan Aktivitas Fisik pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Talise
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5281Keywords:
Self-Efficacy, Physical activity, DiabetesAbstract
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang, salah satunya melalui aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur. Namun, tidak semua pasien mampu mempertahankan aktivitas fisik secara konsisten, sehingga diperlukan faktor psikologis pendukung seperti self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self-efficacy dengan aktivitas fisik pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Talise. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan desain analitik korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Talise sebanyak 232 orang, dengan teknik purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 70 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self-efficacy dan kuesioner aktivitas fisik. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-efficacy kategori sedang sebanyak 45 responden (64,3%) dan aktivitas fisik kategori tinggi sebanyak 42 responden (60,0%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,045 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan aktivitas fisik pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Talise. Disimpulkan bahwa self-efficacy berperan penting dalam meningkatkan aktivitas fisik pasien diabetes melitus sehingga perlu ditingkatkan melalui edukasi dan pendampingan oleh tenaga kesehatan.
References
Alfaqih, N. M. R., & Khayudin, B. A. (2021). Manajemen penatalaksanaan diabetes mellitus. Guepedia.
Alidya, F. (2022). Hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kontrol glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 (Skripsi). Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
American College of Sports Medicine. (2023). ACSM’s guidelines for exercise testing and prescription
(11th ed.). Wolters Kluwer.
Anindita, R., & Hafifah, N. (2020). Hubungan self-efficacy dengan kepatuhan aktivitas fisik pada pasien diabetes mellitus tipe II. Jurnal Keperawatan, 12(2), 85–92.
Asmat, U., Froelicher, E. S., Dhamani, K. A., et al. (2024). Effect of patient-centered self-management intervention on glycemic control, self-efficacy, and self-care behaviors in South Asian adults with type 2 diabetes mellitus: A multicenter randomized controlled trial. PLOS ONE, 19(2).
Asriandini. (2022). Hubungan efikasi diri dengan kepatuhan minum obat pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Biromaru (Skripsi). Universitas Widya Nusantara.
Biernat, K., Bujnowska-Fedak, M., & Stefaniak, T. (2024). The level and limitations of physical activity in elderly people with type 2 diabetes. Journal of Clinical Medicine, 13(21), 6329. https://doi.org/10.3390/jcm13216329
Bull, F. C., Maslin, T. S., & Armstrong, T. (2009). Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ): Nine- country reliability and validity study. Journal of Physical Activity and Health, 6, 790–804.
Butudoka, I. Y., Rammang, S., & Kadang, Y. (2023). Hubungan self-care dengan quality of life pasien diabetes melitus tipe II di RSUD Undata Palu. Jurnal Ners, 7(2), 1556–1560.
Cahyana, V., Amir, S. P., Irmandha, S., Kartika, I. D., & Hamzah, P. N. (2023). Karakteristik penderita diabetes melitus di RSUD Kolonodale. Fakumi Medical Journal, 3(3), 218–232.
Cahyaningtyas, U., & Werdiningsih, R. (2022). Analisis faktor lama penyembuhan ulkus diabetikum pada pasien DM tipe 2. Jurnal Media Administrasi, 7(1), 28–39.
Cleland, C. L., et al. (2014). Validity of the Global Physical Activity Questionnaire in assessing physical activity. BMC Public Health, 14(1255). https://doi.org/10.1186/1471-2458-14-1255
Despitasari, L., & Sastra, L. (2020). Faktor internal yang mempengaruhi self-care management pada pasien DM tipe 2. Jurnal Kesehatan Mercusuar, 3(1), 54–65.
Dewi, R., Panduragan, S. L., Umar, N. S., Melinda, F., & Budhiana, J. (2022). The effect of religion, self- care, and coping mechanisms on quality of life in DM patients. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 10(1), 58–65. https://doi.org/10.24198/jkp.v10i1.1971
Djaali. (2022). Metodologi penelitian kuantitatif. Bumi Aksara.
Djaelan, S., Lumadi, S. A., & Prastiwi, E. D. (2022). Self-efficacy berhubungan dengan kepatuhan minum obat dan pola diet pada penderita DM tipe 2. Professional Health Journal, 3(2), 149–160.
Fajriansi, N., & Yusnaeni, Y. (2025). Hubungan durasi menderita DM dengan self-efficacy pada penderita DM tipe II. Jurnal Keperawatan Jomparnd, 6(1), 45–53.
Farmer, H., Xu, H., & Dupre, M. E. (2022). Self-efficacy. In Encyclopedia of Gerontology and Population Aging (pp. 4410–4413). Springer.
Gusti, P. D. W. A., Putu, W. A., & Putu, P. K. W. (2024). Hubungan self-efficacy dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan aktivitas fisik DM tipe II. Jurnal Keperawatan BSI, 12(1), 8–15.
International Diabetes Federation. (2024). IDF Diabetes Atlas (11th ed.). https://diabetesatlas.org
Irmawati. (2021). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet dan aktivitas fisik pasien DM tipe 2
(Skripsi). Universitas Widya Nusantara.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Survei kesehatan Indonesia tahun 2023 dalam angka. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Mubarrok, A. S., & Wiyanti, A. P. (2023). Hubungan self-efficacy dengan aktivitas fisik penderita DM.
Jurnal Ilmiah Keperawatan, 9(1), 182–188. https://doi.org/10.33023/jikep.v9i1.1415
Munir, N. W., & Solissa, M. D. (2021). Hubungan self-efficacy dengan self-care pada pasien DM. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 5(1), 9. https://doi.org/10.52020/jkwgi.v5i1.1972
Purwandari, C. A. A., Wirjatmadi, R. B., & Mahmudiono, T. (2022). Faktor risiko komplikasi kronis DM tipe 2 pada pralansia. Amerta Nutrition, 5(3).
Rahman, A., & Lee, H. J. (2023). Health literacy, education, and self-efficacy as predictors of physical activity among DM patients. Asian Journal of Health Sciences, 9(4), 112–120.
Rekam Medik Puskesmas Talise. (2025). Data kasus diabetes mellitus Puskesmas Talise Provinsi Sulawesi Tengah.
Sato, Y., Nakamura, T., & Fujii, M. (2024). Age-related changes and self-efficacy for physical activity in type 2 diabetes. Journal of Geriatric Endocrinology, 6(1), 25–34.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif. Alfabeta.
Widiyoga, R. C., Saichudin, A. O., & Andiana, O. (2020). Hubungan pengetahuan DM dengan pengaturan pola makan dan aktivitas fisik. Sport Science and Health, 2(2), 152–161.
World Health Organization. (2020). Global recommendations on physical activity for health. WHO Press.
World Health Organization. (2024). Urgent action needed as global diabetes cases increase four-fold over past decades.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Sakinah, Ismunandar Wahyu Kindang, Basri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












