Hubungan Pertemanan Toxic relationship Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Semester VII di Universitas Widya Nusantara

Penelitian

Authors

  • Nurmawati Lamang Universitas Widya Nusantara
  • Arniawan Universitas Widya Nusantara
  • I Made Rio Dwijayanto Universitas Widya Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5905

Keywords:

Toxic relationship, Kesehatan Mental, Mahasiswa

Abstract

Kesehatan mental memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung prestasi akademik dan kualitas hidup mahasiswa, terutama mahasiswa semester VII yang berada pada tahap akhir perkuliahan dan lebih rentan terhadap tekanan akademik, sosial, maupun emosional. Salah satu faktor yang diperkirakan berpengaruh terhadap kondisi tersebut adalah pertemanan yang bersifat toxic relationship, yang ditandai dengan adanya perilaku manipulatif, sikap dominan, minimnya empati, serta pola komunikasi yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pertemanan toxic relationship dan kesehatan mental mahasiswa semester VII di Universitas Widya Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 211 mahasiswa semester VII, dengan sampel 68 responden yang dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner toxic relationship (12 item) dan Mental Health Inventory  (50 item). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72,1% responden berada dalam pertemanan yang bersifat toxic dan 79,4% mengalami gangguan kesehatan mental. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p-value 0,006 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara toxic relationship dalam pertemanan dan kesehatan mental mahasiswa semester VII di Universitas Widya Nusantara. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat toxic relationship yang dialami, semakin besar pula risiko gangguan kesehatan mental pada mahasiswa.

References

Abdulah, N. U. (2022) Hubungan Toxic relationship Terhadap Gangguan Kesehatan Mental Pada Remaja (di Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Desa Jambu Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep), (Skripsi, Institut Teknologi dan Sains Kesehatan Insan Cendekia Medika, Jombang).

Alexander, A., Imbiri, P.,&Huwae, A. (2025) ‘Dukungan Sosial Dan Kesejahteraan Psikologis Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Yang Sedang Mengerjakan Tugas Akhir (Social Support and Psychological Well-Being in Final Year Students Who Are Working on Their Final Project)’, Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K), 6(1), pp. 287–294.: www.jurnalp3k.com/index.php/J-P3K/index.

Algoritme, J. et al. (2025) ‘Penerapan SMOTE dan Regresi Logistik Pada Website Skrining Awal Kesehatan Mental Mahasiswa. Algoritme: Jurnal Ilmu Komputer Dan Informatika5(2), pp. 121–130. https://doi.org/10.35957/algoritme.

Anugrah, I.A., Arianto, A. & Sudirman, S. (2024) Analysis of Toxic relationships in Interpersonal Communication Among Teenagers. Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-236-1_97.

Azzahra, V.M.B. et al. (2025) ‘Layanan 24/7 Sebagai Strategi Pencegahan Self-Harm Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pada Remaja Yang Mengalami Depresi: Tinjauan Sistematik’, 11, pp. 167–174.

Dalimunthe, A.Q.,et al. (2024) ‘Toxic Friendship Communication Behavior (Studi: Mahasiswa Bpi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)’, Communnity Development Journal, 5(1), pp. 1826–1831.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Lixia, S.A.P.H.W.D. (2024) ‘Communication Behavior In Toxic Friendship Of College’, 1(1), pp. 35–42.

Meliala, P.A.F.B.S. (2024) ‘Kesehatan Mental Mahasiswa Menghadapi Tekanan Akademik Dan Sosial’, 1, p. 11.

Nasution, N. and Nadya Rambe, F. (2023) ‘Perspektif Komunikasi Interpersonal Pada Toxic Friendship (Studi Kasus pada Mahasiswa Universitas Panca Budi)’, Jurnal Somasi Sosial Humaniora Komunikasi, 4(2), pp. 1–7.

Praptiningsih, N.A.,& Putra, G.K. (2021) ‘Toxic relationship Dalam Komunikasi Interpersonal Di Kalangan Remaja’, Communication, 12(2), p. 132. https://doi.org/10.36080/comm.v12i2.1510.

Riani. (2021). Stop Toxic relationship Gowa: Pustaka Taman Ilmu.

Risnawati et al. (2023) ‘Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta’, Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa, 2(1), pp. 179–186. https://doi.org/10.54066/jikma.v2i1.1389.

Simarmata, S.W. and , Azizah Batubara2, R.U. (2023) ‘Pengaruh Toxic Friendship Terhadap Self Esteem Siswa Smpit Al Falah Kutalimbaru’, Al-Irsyad, 13(2), p. 76. https://doi.org/10.30829/al-irsyad.v13i2.17122.

World Health Organization. (2022). Mental health: Strengthening our response. Geneva: World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-strengthening-our-response

Downloads

Published

17-03-2026

How to Cite

Nurmawati Lamang, Arniawan, & I Made Rio Dwijayanto. (2026). Hubungan Pertemanan Toxic relationship Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Semester VII di Universitas Widya Nusantara : Penelitian . Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 22689–22695. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5905

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2