Human Capital Sebagai Instrumen Pengurangan Pengangguran : Analisis Pengaruh Rata-Rata Lama Sekolah dan Angka Harapan Hidup Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonedia
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6668Keywords:
Human Capital, Rata-Rata Lama Sekolah, Angka Harapan Hidup, Tingkat Pengangguran Terbuka, IndonesiaAbstract
Pengangguran merupakan salah satu permasalahan ekonomi yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan di Indonesia. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kualitas sumber daya manusia yang tercermin melalui pendidikan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) dan Angka Harapan Hidup (AHH) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia periode 2010–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), publikasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan sumber resmi lainnya. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-Rata Lama Sekolah memiliki koefisien regresi negatif sebesar -0,271022, yang mengindikasikan bahwa peningkatan pendidikan cenderung menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka, namun secara parsial tidak berpengaruh signifikan dengan nilai probabilitas 0,3869. Sementara itu, Angka Harapan Hidup memiliki koefisien regresi negatif sebesar -0,235162 dan berpengaruh signifikan pada tingkat signifikansi 10 persen dengan nilai probabilitas 0,0930. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa RLS dan AHH secara bersama-sama berpengaruh terhadap TPT pada tingkat signifikansi 10 persen dengan nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,056580. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,380401 menunjukkan bahwa 38,04 persen variasi Tingkat Pengangguran Terbuka dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas kesehatan yang diukur melalui Angka Harapan Hidup memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka dibandingkan kualitas pendidikan yang diukur melalui Rata-Rata Lama Sekolah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan perlu terus diperkuat untuk mendukung penurunan tingkat pengangguran di Indonesia.
References
Badan Pusat Statistik. (2023). Indeks pembangunan manusia 2023. https://www.bps.go.id
Badan Pusat Statistik. (2023). Keadaan ketenagakerjaan Indonesia. https://www.bps.go.id
Becker, G. S. (1965). Human capital: A theoretical and empirical analysis, with special reference to education. Review of the International Statistical Institute, 33(3), 556. https://doi.org/10.2307/1401709
Becker, G. S. (1993). Human capital: A theoretical and empirical analysis with special reference to education (3rd ed.). The University of Chicago Press.
Bloom, D. E., Canning, D., & Sevilla, J. (2004). The effect of health on economic growth: A production function approach. World Development, 32(1), 1–13.
Diniyah, H., & Fisabilillah, L. W. P. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran di Indonesia. INDEPENDENT: Journal of Economics, 2(2), 155–168.
Grossman, M. (1972). On the concept of health capital and the demand for health. Journal of Political Economy, 80(2), 223–255.
Johar, M. R., Suharno, & Istiqomah. (2023). Hubungan rata-rata lama sekolah terhadap tingkat pengangguran terbuka: Mediasi laju pertumbuhan ekonomi. Oikos: Jurnal Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi, 7(1), 108–117.
Mankiw, N. G. (2018). Principles of economics (8th ed.). Cengage Learning.
Mukhlason, A., Winanti, T., & Yundra, E. (2020). Analisa indikator SMK penyumbang pengangguran di Provinsi Jawa Timur. JVTE: Journal of Vocational and Technical Education, 2(2), 29–36.
Putri, N. L., & Muljaningsih, S. (2023). Analisis pengaruh inflasi, upah minimum, dan angka harapan hidup terhadap tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota Provinsi Banten. Journal of Development Economic and Social Studies, 2(3), 463–474. https://doi.org/10.21776/jdess.2023.02.3.01
Romer, P. M. (1996). Why, indeed, in America? Theory, history, and the origins of modern economic growth (Working Paper No. 5442). National Bureau of Economic Research.
Schultz, T. W. (1961). Investment in human capital. The American Economic Review, 51(1), 1–17. https://www.jstor.org/stable/1818907
Sukirno, S. (2015). Makroekonomi teori pengantar (Edisi ketiga). Rajawali Pers.
Sulasih, S., et al. (2023). Pengangguran, pendidikan, inflasi dan kemiskinan di Indonesia periode tahun 2014–2020. Miftah: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 1(2), 48–62.
Suryawati, C. (2015). Memahami kemiskinan secara multidimensional. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 8(3), 121–129.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic development (13th ed.). Pearson Education.
United Nations Development Programme. (2022). Human development report 2022. https://hdr.undp.org
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ssi Laura Amanda, Gebatania Pakpahan, Sarah Desnita Manihuruk, Kevin Daniel Sirait

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












