Pemeriksaan Kualitas Air dan Pembuatan Filtrasi Air Sederhana di Desa Ajinembah Kec Merek Kabupaten Karo
Pengabdian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7313Keywords:
kualitas air, filtrasi sederhana, pengabdian masyarakat, kesehatan lingkunganAbstract
Akses terhadap air bersih masih menjadi permasalahan kesehatan lingkungan di daerah pedesaan, termasuk di Desa Ajinembah. Kualitas air yang buruk berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbasis air. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kualitas air serta memberikan solusi melalui pembuatan filtrasi air sederhana. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, inspeksi lingkungan, pengambilan sampel air, serta edukasi kepada masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa beberapa sumber air belum memenuhi syarat fisik dan bakteriologis, ditandai dengan kekeruhan dan potensi kontaminasi. Intervensi dilakukan dengan pembuatan alat filtrasi sederhana menggunakan bahan lokal seperti pasir, kerikil, arang, dan ijuk. Setelah kegiatan, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga kualitas air. Selain itu, kualitas fisik air menjadi lebih jernih dan layak digunakan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis masyarakat efektif dalam meningkatkan kesehatan lingkungan.
References
Ali, M., et al. (2020). Household water treatment and health outcomes in developing countries. Water Research, 182, 115–124.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman kualitas air bersih. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.
Kumar, P., & Singh, R. (2021). Low-cost water purification techniques for rural communities. Journal of Water and Health, 19(2), 234–245.
Lee, K., et al. (2022). Rural sanitation and drinking water quality: A global review. Environmental Research, 204, 112–120.
Lubis, Z. (2022). Efektivitas filtrasi sederhana dalam meningkatkan kualitas air bersih. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 10(1), 45–53.
Nasution, R., & Harahap, M. (2023). Analisis kualitas air sumur terhadap parameter fisik dan kimia di daerah pedesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(1), 25–33.
Pratama, A., & Wijaya, R. (2022). Pengolahan air bersih berbasis teknologi tepat guna di wilayah pedesaan. Jurnal Teknik Lingkungan, 28(3), 101–110.
Rahman, F., et al. (2023). Evaluation of simple filtration systems for rural water treatment. International Journal of Environmental Health Research, 33(4), 456–468.
Sembiring, H. (2021). Pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan sanitasi lingkungan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(2), 115–122.
Siregar, D., & Simanjuntak, E. (2021). Hubungan kualitas air dengan kejadian penyakit diare di masyarakat. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 5(2), 67–74.
United Nations Children’s Fund (UNICEF). (2022). Progress on household drinking water, sanitation and hygiene 2000–2022. UNICEF & WHO.
United Nations Children’s Fund (UNICEF). (2023). Water, sanitation and hygiene (WASH) report. UNICEF.
World Health Organization. (2022). Guidelines for drinking-water quality (4th ed.). WHO Press.
World Health Organization. (2023). Drinking-water. https://www.who.int
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Risnawati Tanjung, Jernita Sinaga, Helfi Nolia, Susanti br Peranginangin, Marina br. Karo, Restu Auliani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












