Hubungan Tingkat Kebugaran Jasmani dengan Hasil Belajar PJOK Siswa MTs Ma'arif NU 01 Susukan
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7361Keywords:
Kebugaran Jasmani, Hasil Belajar, PJOKAbstract
Tubuh yang sehat dan bugar menjadi fondasi utama agar siswa mampu menyerap materi pelajaran secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontribusi tingkat kebugaran jasmani terhadap hasil belajar PJOK siswa pada aspek kognitif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MTs Ma'arif NU 01 Susukan tahun ajaran berjalan, dengan sampel sebanyak 100 siswa. Data kebugaran jasmani diperoleh menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) usia 13–15 tahun, sedangkan hasil belajar diambil dari nilai rapor atau ujian semester PJOK. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kebugaran jasmani dan hasil belajar PJOK, dengan koefisien korelasi sebesar 0,625 (kategori kuat). Artinya, semakin tinggi tingkat kebugaran jasmani siswa, semakin tinggi pula hasil belajar PJOK yang dicapai. Kebugaran jasmani memberikan kontribusi sebesar 39,1% terhadap variasi hasil belajar, sedangkan 60,9% sisanya dipengaruhi faktor lain, seperti motivasi, nutrisi, bakat, metode mengajar, serta sarana dan prasarana olahraga.
References
Abduh, I., Humaedi, H. and Agusman, M. (2020) ‘Analisis Hubungan Tingkat Kesegaran Jasmani terhadap Hasil Belajar Siswa’, JOSSAE : Journal of Sport Science and Education, 5(2), p. 75. Available at: https://doi.org/10.26740/jossae.v5n2.p75-82.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Budiwanto, S. (2017). Metodologi penelitian dalam keolahragaan. Malang: Universitas Negeri Malang Press.
Depdiknas. (2010). Tes kesegaran jasmani Indonesia (TKJI) untuk anak umur 13–15 tahun. Jakarta: Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani.
Dimyati, & Mudjiono. (2015). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, S. B. (2018). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Giriwijoyo, S., & Sidik, D. Z. (2017). Ilmu kesehatan olahraga (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Hamalik, O. (2016). Proses belajar mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Husdarta, H. J. S. (2011). Manajemen pendidikan jasmani. Bandung: Alfabeta.
Irianto, D. P. (2017). Pedoman praktis berolahraga untuk kebugaran dan kesehatan. Yogyakarta: Andi Offset.
Kanca, I. N. (2017). Pengembangan Profesionalisme Guru Penjasorkes. In Seminar Nasional Profesionalisme Tenaga Profesi PJOK, Pendidikan Olahraga Pascasarjana UM(pp. 1–14). https://doi.org/10.1007/s10531-008-9459-4
Kemendikbud. (2022). Capaian pembelajaran mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan pada kurikulum merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Maksum, A. (2018). Metodologi penelitian dalam olahraga. Surabaya: Unesa University Press.
Nurhasan. (2019). Tes dan pengukuran pendidikan olahraga. Bandung: FPOK UPI.
Pratama, R. (2023). Analisis tingkat kebugaran jasmani siswa madrasah terhadap hasil belajar
pendidikan jasmani. Jurnal Pendidikan Olahraga Indonesia, 5(2), 112–121.
Purwanto. (2017). Evaluasi hasil belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sardiman, A. M. (2018). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Saputra, A. (2022). Pengaruh kebugaran motorik terhadap hasil belajar psikomotor siswa pada pembelajaran PJOK. Jurnal Keolahragaan, 10(1), 45–53.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Bandung: Alfabeta.
Suharsimi, A. (2019). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Edisi 3). Jakarta: Bumi Aksara.
Sukadiyanto, & Muluk, D. (2018). Pengantar teori dan metodologi melatih fisik. Bandung: Lubuk Agung.
Sukintaka. (2012). Teori pendidikan jasmani. Yogyakarta: Nuansa.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Wahyu, A. (2021). Hubungan tingkat kesegaran jasmani dengan prestasi belajar PJOK siswa sekolah menengah pertama. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 6(1), 23–31.
Widiastuti. (2019). Tes dan pengukuran olahraga. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Yusuf, S. (2017). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kamsi, Mokhamad Parmadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












