Hubungan Riwayat Diabetes Melitus dan Riwayat Merokok terhadap Kejadian Katarak di RSUD Mokopido ToliToli
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7569Keywords:
Cataract, Diabetes Mellitus, Smoking HistoryAbstract
Latar Belakang: Gangguan penglihatan akibat katarak merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia. Berbagai faktor diketahui berkontribusi terhadap kejadian katarak, di antaranya riwayat diabetes melitus dan riwayat merokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat diabetes melitus dan riwayat merokok dengan kejadian katarak pada pasien di RSUD Mokopido Tolitoli. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien katarak yang menjalani pelayanan di RSUD Mokopido Tolitoli selama periode Januari–Maret 2025 sebanyak 334 orang. Sampel penelitian berjumlah 77 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square guna mengetahui hubungan antarvariabel dengan tingkat signifikansi sebesar α = 0,05. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat diabetes melitus dengan kejadian katarak (p = 0,007; p < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Selain itu, riwayat merokok juga berhubungan secara signifikan dengan kejadian katarak (p = 0,001; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa riwayat diabetes melitus dan riwayat merokok merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian katarak pada pasien di RSUD Mokopido Tolitoli. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat diabetes melitus dan riwayat merokok dengan kejadian katarak di RSUD Mokopido Tolitoli. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam upaya pencegahan melalui pengendalian diabetes melitus, penghentian kebiasaan merokok, serta deteksi dini gangguan penglihatan..
References
Andres, J. (2023). Katarak Senilis Imatur, Disfungsi Kelenjar Meibom Dan Tinjauan Literatur. Http://Journal.Universitaspahlawan.Ac.Id/Index.Php/Ners
A.Tenri Ola, Sri Irmandha Kusumawardani, & Azizah Anoez. (2025). Analisis Komplikasi Operasi Katarak Terhadap Pasien Katarak. Jurnal Kesehatan Amanah, 8(1), 312–321. Https://Doi.Org/10.57214/Jka.V8i1.757
Clara Septiani, R. N. M. S. S. (2025). Hubungan Usia Dan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Katarak : Literature Review. Aesculapius Medical Journal, 9(1), 144–149. Https://Doi.Org/10.22225/Amj.4.1.2024
Damayanti, F., Hutaperi, B., Nani Jelmila, S., & Ashan. (2024). Hubungan Diabetes Melitus Terhadap Penderita Katarak. Journal Scientific, 3. Http://Journal.Scientic.Id/Index.Php/Sciena/Issue/View/20
Detty, A. U., Artini, I., & Yulian, V. R. (2021). Karakteristik Faktor Risiko Penderita Katarak. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(1), 12–17. Https://Doi.Org/10.35816/Jiskh.V10i1.494
Ari Djatikusumo, M. (2024). Katarak Dan Fakoemulsifikasi Johan A. Hutauruk, Inascrs (Indonesian Society Of Cataract & Refractive Surgery).
Dwi, & Santoso, B. (2022). Hubungan Kejadian Katarak Dengan Diabetes Melitus Di Puskesmas Tanjung Harapan, Marga Tiga, Lampung Timur.
Eny Kusrini, P., Tristantini, D., & Izza Afiliasi, Matul. (2017). Uji Aktivitas Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Sebagai Agen Anti-Katarak (Vol. 2, Issue 1).
Gazali, K. (2024). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kecemasan Pasien Pre Op Katarak Di Ruangan Matahari Rumah Sakit Umum Mokopido Tolitoli.
Hananta Firdaus, D., Imran, B., Darmawan Bakti, L., & Suryadi, E. (2022a). Klasifikasi Penyakit Katarak Pada Mata Menggunakan Metode Convolutional Neural Network (Cnn) Berbasis Web. In Jurnal Kecerdasan Buatan Dan Teknologi Informasi (Jkbti) (Vol. 1, Issue 3).
Hananta Firdaus, D., Imran, B., Darmawan Bakti, L., & Suryadi, E. (2022b). Klasifikasi Penyakit Katarak Pada Mata Menggunakan Metode Convolutional Neural Network (Cnn) Berbasis Web. In Jurnal Kecerdasan Buatan Dan Teknologi Informasi (Jkbti) (Vol. 1, Issue 3).
Miftah Apriani, N. P. A. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Katarak Pada Lansia. 1.
Notoadmojo. (2022). Motodologi Penelitian. Aleniba Medika, Jakarta.
Notoatmodjo. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.
Pasaribu, B., Herawati, A., Utomo, K. W., & Aji, R. H. S. (2022). Metodologi Penelitian Untuk Ekonomi Dan Bisnis. In Uup Academic Manajemen Perusahaan Ykpn.
Putri, A. S., Pranoto, E., Rusmaningrum, B. N., & Effendi, R. G. (2023). Hubungan Merokok, Diabetes Melitus Terhadap Kejadian Katarak Pada Pasien Berobat Di Rumah Sakit Mata. Jurnal Health Sains, 4(4), 91–97. Https://Doi.Org/10.46799/Jhs.V4i4.893
Ramadhani, F., Satria, A., & Salamah, S. (2023). Implementasi Algoritma Convolutional Neural Network Dalam Mengidentifikasi Dini Penyakit Pada Mata Katarak. Sudo Jurnal Teknik Informatika, 2(4), 167–175. Https://Doi.Org/10.56211/Sudo.V2i4.408
Ramdhan. (2021). Metode Penelitian. Cipta Media Nusantara.
Rizal, T., Architaputri, T., Izzuddin, A., Pertamina, R. S., Amin, B., & Lampung, B. (2023). Studi Literatur: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Angka Kejadian Katarak Senilis Di Indonesia. In Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan (Vol. 10, Issue 11). Http://Ejurnalmalahayati.Ac.Id/Index.Php/Kesehatan
Sanusi’, F. A., Helijanti, N., & Munir, M. A. (2023). Katarak Senilis Imatur Pada Diabetes Melitus : Laporan Kasus Mmature Arentic Cataract In Diabetes Mellitus: A Case Report. In Jurnal Medical Profession (Medpro) (Vol. 5, Issue 2).
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Alfabeta: Bandung.
Sugiyono. (2018). Statistika Untuk Penelitian. Alfabeta.
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif Alfabeta, Bandung. 3, 33–49.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif. Bandung:Alfabeta.
Wati, L., Atrie, U. Y., Widiastuti, L., Siagian, Y., Sitindaon, S. H., Nirnasari, M., & Fadilah, U. (2023). Pencegahan Katarak Dengan Penyuluhan Kesehatan Dan Deteksi Dini Kejadian Katarak Pada Nelayan Pesisir Daerah Kawal Pantai Bintan Kepulauan Riau. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 3(4), 1117–1124. Https://Doi.Org/10.54082/Jamsi.761
Who. (2023). World Health Organization. Hipertensi . Https://Www.Who.Int/News-Room/Fact-Sheets/Detal/Hipertensi
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yuliati HM Djufri, Elin Hidayat, Rahmat Yanuary

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












