Sosialisasi Tes Endurance Atlet Renang Ku 1 Diy Berbasis Multistage
Pengabdian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.803Keywords:
Sosialisasi, Tes Endurance, Atlet, Renang, MultistageAbstract
Kondisi fisik menjadi salah satu dasar bahkan modal utama atlit dalam mengawali olahraga. Karena kondisi fisik menjadi screening awal para atlit dalam mempersiapkan performa dalam olahraga yang akan dilakukan. Terlebih apabila atlit akan melakukan petandingan, jika kondisi fisik buruk tentu akan berpengaruh pada capaian prestasi atlit yang kurang maksimal. Penting bagi para atlit memiliki kondisi fisik yang baik karena dapat meningkatkan performa atau prestasi yang maksimal dalam pertandingan olahraga. Metode dalam program ini adalah memberikan pelatihan langsung kepada para Sosialisasi Tes Endurance Atlet Renang Ku 1 DIY Berbasis Multistage dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan (teori dan praktik). Sedangkan indikator keberhasilan dalam pelaksanaan program pengabdian ini adalah atlit dan pelatih bisa mengetahui cara meningkatkan daya tahan atlit dengan Tes Endurance. Kesimpulan kegiatan ini yaitu dengan adanya Sosialisasi Tes Endurance Atlet Renang KU 1 DIY Berbasis Multistage diharapkan dapat menambah pengetahuan kepada pelatih dan atlit tentang Tes Endurance Atlet Renang KU 1 DIY Berbasis Multistage. Juga dapat menyelesaikan permasalahan yang hubungannya dengan daya tahan dan kondisi fisik atlit. Endurance (daya tahan) merupakan kapasitas untuk terlibat dalam aktivitas fisik atau gerakan untuk waktu yang lama tanpa menjadi terlalu lelah. Faktor yang paling krusial dalam menentukan dosis latihan untuk meningkatkan kondisi fisik atlet potensial adalah kondisi fisik komponen endurance, karena itu endurance merupakan dasar untuk membentuk porsi latihan, juga melihat kemampuan fisik atlet yang sesuai dengan keadaan fisiologi atlet. Sehingga atlet saat melakukan latihan, atlet tidak mengalami cidera yang serius dan atlet yang endurance sangat kuat dapat menampilkan performa tinggi saat pertandingan atau berkompetisi.
References
April, D., & Suharjana. (2016). PENGARUH METODE LATIHAN DAN VO2 Max TERHADAP DASAR SEPAK BOLA. Jurnal Keolahragaan, 4(September), 164–174. https://doi.org/doi.org/10.21831/jk.v4i2.10892
Ardhika Falaahudin, Tri Iwandana, D., & Aditya Rachman. (2021). Pelatihan Mental Training Atlet untuk Menghadapi Pertandingan Porda DIY. Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 14–19. https://doi.org/10.55081/jbpkm.v2i1.484
Asbupel, F., Kiram, Y., & Neldi, H. (2020). The Effect of Playing Training Method and Circuit Training Method Towards VO2 Max Capacity on Badminton Male Athlete at G-Sport Center Padang. Atlantis Press SARL, 464, 829–834. https://doi.org/doi.org/10.2991/assehr.k.200824.185
Budiman, I. (2017). Perbandingan Tes Lari 15 Menit Balke dengan Tes Ergometer Sepeda Astrand. Journal of Medicine and Health, 7, 91–97.
Burke, L. M. (2021). Ketogenic low-CHO, high-fat diet: the future of elite endurance sport? Journal of Physiology, 599(3), 819–843. https://doi.org/10.1113/JP278928
Busyairi, B., & Ray, H. R. D. (2018). Perbandingan Metode Interval Training dan Continuous Run terhadap Peningkatan Vo2max. Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan, 3(1), 76. https://doi.org/10.17509/jtikor.v3i1.10128
Dagan, S. S., Segev, S., Novikov, I., & Dankner, R. (2013). Waist circumference vs body mass index in association with cardiorespiratory fitness in healthy men and women : a cross sectional analysis of 403 subjects. Nutrition Journal, 1–8.
Eko. (2016). PROFIL HASIL TES PENGUKURAN VO2MAX METODE LABORATORIUM DAN METODE MULTI STAGE FITNESS TEST/ BLEEP TEST Eko. Prosiding Seminar Dan Lokakarya UNJ, 1, 178–183.
Elkadiowanda, I., Yulifri, Darni, & Zarwan. (2019). Tinjauan tentang kondisi fisik pemain sepakbola sekolah menengah pertama. JPDO: Jurnal Pendidikan Dan Olahraga, 2(6), 6–10.
Falaahudin, A., Iwandana, D. T., Nugroho, W. A., & Rismayanthi, C. (2021). The relationship between arm muscle strength, leg muscle strength, arm power and leg power on the 25 meter crawl style swimming achievement. MEDIKORA, 20(1), 93–102. https://doi.org/10.21831/medikora.v20i1.40109
Festiawan, R., R, A. T., Betty, J., & M, M. N. (2019). The Effect of Oregon Circuit Training and Fartlek Training on the VO2Max Level of Soedirman Expedition VII Athletes.pdf. https://doi.org/Festiawan, R., R, A. T., Betty, J., & M, M. N. (2019). The Effect of Oregon Circuit Training and Fartlek Training on the VO2Max Level of Soedirman Expedition VII Athletes.pdf.
Fitrianto, E. (2017). MENGGUNAKAN METODE CPET DI LABORATORIUM DENGAN METODE MULTI STAGE FITNESS TEST ( MSFT ) PADA ATLET KLUB FUTSAL WIDYATAMA. Prosiding Seminar Dan Lokakarya UNJ, 151–153.
Gibala, J. B. G. and M. J. (2013). High-intensity interval training: a time-efficient exercise strategy to improve health and fitness? Department of Kinesiology, 1–14.
Gokulkrishnan, G. (2018). Effect of circuit training and interval training on vital capacity and VO 2 max in women badminton players. International Journal of Physiology, Nutrition and Physical Education, 3(2), 1204–1206.
Hardiansyah, S. (2018). Kondisi Fisik Adalah Salah Satu Prasarat Yang Sangat Diperlukan Dalam Setiap Usaha Peningkatan Prestasi Seorang Atlet, Bahkan Dapat Dikatakan Dasar Landasan Titik Tolak Suatu Awalan Olahraga Prestasi. Jurnal Menssana, 3(1), 117–123.
Hermanto, & Robianto, A. (2020). Perbandingan Tes Balke Dan Tes Jalan Rockport Dalam Pengukuran VO2Max Hermanto. Sport Coaching and Education, 4, 8–13.
Huldani., Asnawi, Auliadini., Amelia, Nuarti, & Jayanti. (2019). Abdominal Circumference , Body Fat Percent , and VO 2 Max in Pilgrims of Hulu Sungai Tengah Regency Abdominal Circumference , Body Fat Percent , and VO 2 Max in Pilgrims of Hulu Sungai Tengah Regency. Journal of Physics: Conference Series, 0–7. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1374/1/012058
Ishak, M., Sofyan, A., Firmansyah, H., & Herman, D. (2020). The Effect of the Shadow Training Model on VO2 Max Ability in Badminton Game. Atlantis Press SARL, 481(Icest 2019), 241–244.
Laursen, P. B., Shing, C. M., Peake, J. M., Coombes, J. S., & Jenkins, D. G. (2002). Interval training program optimization in highly trained endurance cyclists. 29, 1801–1807. https://doi.org/10.1249/01.MSS.0000036691.95035.7D
MacInnis, M. J., & Gibala, M. J. (2017). Physiological adaptations to interval training and the role of exercise intensity. Journal of Physiology, 595(9), 2915–2930. https://doi.org/10.1113/JP273196
Maliki, O., Hadi, H., & Royana, I. F. (2017). Analisis Kondisi Fisik Pemain Sepakbola Klub PERSEPU UPGRIS Tahun 2016. Jendela Olahraga, 2(2), 1–8.
Mayorga-Vega, D., Viciana, J., & Cocca, A. (2013). Effects of a circuit training program on muscular and cardiovascular endurance and their maintenance in schoolchildren. Journal of Human Kinetics, 37(1), 153–160. https://doi.org/10.2478/hukin-2013-0036
Nugroho, W. A., Umar, F., & Iwandana, D. T. (2020). Peningkatan Kecepatan Renang 100 Meter Gaya Bebas Melalui Latihan Interval Pada Atlet Para-Renang Sekolah Khusus Olahraga Disabilitas Indonesia (SKODI). Jurnal Menssana, 5(1), 56–65.
Nurhayati, T., Goenawan, H., Ferania, R., R, A. setiadjati, & Purba, A. (2019). Korelasi aktifitas fisik dan komposisi tubuh dengan daya tahan jantung paru. Jurnal Ilmu Faal Olahraga, 1(2), 9–14.
Paoli, A., Pacelli, Q. F., Moro, T., Marcolin, G., Neri, M., Battaglia, G., Sergi, G., Bolzetta, F., & Bianco, A. (2013). Effects of high-intensity circuit training, low-intensity circuit training and endurance training on blood pressure and lipoproteins in middle-aged overweight men. Lipids in Health and Disease, 12(1), 1–8. https://doi.org/10.1186/1476-511X-12-131
Prasana, T. A., & Vaithianathan, K. (2019). The Combined Effect of Continuous Run, Alternate Pace Run and Fartlek Training on Selected Physiological Variable among Male Athletes. Indian Journal of Public Health Research & Development, 10(3), 2019.
Rahma, T., Aini, N., Rahfiludin, M. Z., & Kartini, A. (2019). Hubungan Persen Lemak Tubuh dan Kadar Hemoglobin dengan Kapasitas VO 2 max Atlet Bulutangkis ( Studi di UKM Bulutangkis. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 6–9.
Rizki Hazazi Ali, Witri Suwanto, & Dody Tri Iwandana. (2023). Kombinasi Latihan Aerobik dan Konsumsi Kunyit dapat Meningkatkan VO2Max Mahasiswa. SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga, 4(1). https://doi.org/10.46838/spr.v4i1.297
Sahara., M. Prima., Widyastuti., N., & Candra, A. (2019). Journal of Nutrition College,. Journal of Nutrition College, 8. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jnc.v8i1.23810
Wibisana, F., Rinaldy, A., & Nusufi, M. (2019). Evaluasi Kondisi Fisik Dominan Atlet Karate- Do Doo Lanal Inkai KOta Sabang 2015. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ardhika Falaahudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












