Keterbatasan Ombudsman Menyelesaikan Perkara Korupsi Kolusi dan Nepotisme

Penelitian

Authors

  • Zulkifli Universitas Bungkarno
  • Ismail Universitas Bungkarno
  • Dhoni Martien Universitas Bungkarno

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2584

Keywords:

Limitations, Ombudsman, Corruption, Collusion, Nepotism

Abstract

The Ombudsman of the Republic of Indonesia, as an institution that assists in managing public services, plays an important role in the effective and efficient administration of public services. However, it is acknowledged that there are still issues in the implementation of public service oversight. First, the Ombudsman of the Republic of Indonesia is still unable to transfer its authority to invited parties because many believe that the Ombudsman should not be invited. Second, there are constraints due to the absence of regulations regarding the approval and sanctions that the Ombudsman must enforce. Third, there is no enforcement of penalties by the Government for the cancellation of public services by local government heads, as recommended by the Indonesian Ombudsman. Both the government and the general public must support the implementation of public administration oversight by the Ombudsman to promote the well-being of society.

References

Asshiddiqie, J. (2010). Perkembangan dan Konslidasi Lembaga Negara Pasca Reformasi. Jakarta: Sinar Grafika.

Absori. (2013). Politik Hukum Menuju Hukum Progresif. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Diaw, M. C. (2007). The Ombudsman Story: A case study in public oversight, natural justice and state transformation.

Masturi, Budhi. (2005). Mengenal Ombudsman Indonesia. Jakarta: Pradnya Paramitha.

Nuryanto, A. D. Telaah Yuridis Kekuatan Hukum Rekomendasi Ombudsman, Surabaya: Ombudsman Republik Indonesia- Perwakilan Jawa Timur.

Ratminto dan Winarsih, A. S. (2006). Manajemen Pelayanan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sujata, A. (2002). Ombudsman Indonesia: Masa Lalu, Sekarang, dan Masa Mendatang. Jakarta: Komisi Ombudsman Nasional.

Ombudsman Republik Indonesia

Hans Kelsen, H. LA Hart Teori Positivisme Hukum

Regulasi/ Dasar Hukum

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2008 Tentang Ombudsman

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009. Undang-Undang Tentang Pelayanan Publik. Pasal 40

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Kosupsi

Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 2000 Tentang Komisi Ombudsman Nasional. Bab II Pasal Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif Kepada Pejabat Pemerintahan. Pasal 1 Angka 5

Jurnal

Batalli, M. (2015). “Role of Ombudsman Institution over the administration”. Academic Journal of Business, Administration, Law and Social Sciences. 1 (2).

Hadjari, E. (2014). “Ombudsman- Historical Views”. European Scientific Journal / SPECIAL/ edition. 1 (1).

Online/World Wide Web

https://ombudsman.go.id/pengumuman/r/kepatuhan-penyelenggara-negara-terhadap pengawasan-ombudsman-ri. (Diakses pada tanggal 2 Oktober 2019).

Downloads

Published

20-09-2025

How to Cite

Zulkifli, Ismail, & Dhoni Martien. (2025). Keterbatasan Ombudsman Menyelesaikan Perkara Korupsi Kolusi dan Nepotisme: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1), 6391–6398. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2584

Most read articles by the same author(s)