Analisis Kemampuan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Cerita SPLDV Berdasarkan Perbedaan Gender
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5552Keywords:
Kemampuan Siswa SMP, Soal Cerita, Perbedaan GenderAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa kelas IX SMPN 1 Pajarakan dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV ditinjau dari perbedaan gender. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan 27 siswa sebagai subjek awal yang nantinya dipilih menjadi 6 subjek utama berdasarkan tingkat kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes berbasis tahapan Polya yang dimodifikaasi dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,85% siswa berkemampuan tinggi, 33,33% sedang, dan 14,81% rendah. Secara kuantitatif, siswa laki-laki mendominasi kategori tinggi (9 orang), sementara siswa perempuan lebih banyak di kategori rendah (3 orang). Berdasarkan analisis tahapan Polya, siswa perempuan kategori tinggi lebih detail dan sistematis dalam pengerjaan dibandingkan laki-laki. Siswa berkemampuan sedang mengalami kendala pada ketelitian eliminasi dan pemeriksaan kembali. Sedangkan siswa berkemampuan rendah mengalami hambatan mendasar pada tahap memahami masalah dan menyusun rencana. Penelitian ini menyimpulkan adanya perbedaan karakteristik proses berpikir dan tingkat ketelitian antara laki-laki dan perempuan dalam memecahkan masalah matematika.
References
Aminah, & Kurniawati, K. R. A. (2018). Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita. Jurnal Teori Dan Aplikasi Matematika, 2(2), 118–122.
Damayanti, S. (2018). Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP dalam Pembelajaran Himpunan dengan Model Jucama ditinjau dari Gender. Artikel Simki-Techsain, 2(7), 1–8.
Mahmudah, S. (2015). Peningkatan Keterampilan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Menggunakan Media Kartu Kerja Pada Siswa Kelas II SDN Purworejo Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri. PINUs, 1(2), 165–173.
Pebrianti, W., & Puspitasari, N. (2023). Kemampuan Pemahaman Konsep pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau dari Perbedaan Gender Siswa SMP Kelas VIII. Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu, 2(1), 55–70. https://doi.org/10.31980/powermathedu.v2i1.2733
Sari, P. P., & Lestari, D. A. (2020). Analisis Kesulitan Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 04(01), 286–293.
Susento. (2006). Mekanisme Interaksi Antara Pengalaman Kultural-Matematis, Proses Kognitif, dan Topangan dalam Reivensi Terbimbing.
Tunu, D. J. I., Daniel, F., & Gella, N. J. M. (2022). Analisis Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Siswa ditinjau dari Gender. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 6(2), 1499–1510. https://doi.org/10.31004/cendekia.v6i2.1366
Wahyuddin, W., & Ihsan, M. (2016). Analisis Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Ditinjau Dari Kemampuan Verbal Pada Siswa Kelas Vii Smp Muhammadiyah Se-Kota Makassar. Suska Journal of Mathematics Education, 2(2), 111. https://doi.org/10.24014/sjme.v2i2.2213
Wijaya, A. 2012. Pendidikan matematika realistik: Suatu alternatif pendekatan pembelajaran matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Zulfikar, R. N., & Masni, E. D. (2021). Analisis Strategi Metakognitif Siswa dalam Memahami dan Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau dari Perbedaan Gender. EduMatSains: Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains, 6(1), 1-16.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Ainun Azizah, Amirah Ilfana Putri, Davina Sofiah Fuadi, Nuvidatul Mukarromah, Shofia Hidayah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












