Hubungan Pengetahuan Orang Tua dan Durasi Paparan Gadget dengan Kejadian Speech Delay pada Anak Usia Prasekolah di Poliklinik Anak RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5989Keywords:
Durasi Paparan Gadget, Pengetahuan Orang Tua, Anak Usia Prasekolah, Keterlambatan BicaraAbstract
Latar Belakang: Perkembangan bicara merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia prasekolah. Salah satu gangguan yang sering ditemukan adalah speech delay yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya pengetahuan orang tua dan durasi paparan gadget. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai stimulasi bicara yang tepat serta tingginya durasi paparan gadget dapat mengurangi interaksi verbal dua arah antara anak dan orang tua maupun lingkungan sekitar, sehingga berpotensi menghambat perkembangan bicara anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dan durasi paparan gadget dengan kejadian speech delay pada anak usia prasekolah di Poliklinik Anak RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah orang tua pasien di Poliklinik Anak RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Sampel dihitung menggunakan rumus Roscoe yang menghasilkan 30 responden. Teknik penelitian ini yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan orang tua dan kuesioner durasi paparan gadget, serta DDST II untuk menilai kejadian speech delay. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji fisher exact test. Hasil: Sebagian besar orang tua memiliki tingkat pengetahuan kurang dan durasi paparan gadget yang tinggi. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan orang tua dan durasi paparan gadget dengan kejadian speech delay..
References
Anggrasari, A. P., & Rahagia, R. (2020). Pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan bicara dan bahasa anak usia 3–5 tahun. Indonesian Journal of Professional Nursing, 1(1), 18. https://doi.org/10.30587/ijpn.v1i1.2016
Arsini, Y., Zahra, M., & Rambe, R. (2023). Pentingnya peran orang tua terhadap perkembangan psikologis anak. Mudabbir Journal Research and Education Studies, 3(2), 36–49. https://doi.org/10.56832/mudabbir.v3i2.369
Debnath, K., & Chatterjee, S. (2021). Reconsidering the research ethics in social sciences. Academia Letters, 1–4. https://doi.org/10.20935/al1718
Hidayat, A., & Maesyaroh, S. S. (2022). Penggunaan gadget pada anak usia dini. Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 1(5), 356. https://doi.org/10.36418/syntax-imperatif.v1i5.159
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang anak di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Kemenkes RI.
Maher, G. T., Husodo, B. T., & Kusumawati, A. (2021). Gambaran perilaku ibu dalam pola asuh balita dengan gangguan speech delay (Studi kasus di YPAC Kota Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 9(2), 236–244. https://doi.org/10.14710/jkm.v9i2.28845
Mahmudianati, N., Ariani, M., & Hestiyana, N. (2023). Kejadian speech delay pada balita dengan kecemasan orang tua di RSUD Ulin Banjarmasin. Journal of Health (JoH), 10(1), 19–29. https://doi.org/10.30590/joh.v10n1.537
Muhammad, A. (2020). Perkembangan bahasa dan deteksi dini keterlambatan berbicara (speech delay) pada anak usia dini.
Muslimat, A. F., Lukman, L., & Hadrawi, M. (2020). Faktor dan dampak keterlambatan berbicara (speech delay) terhadap perilaku anak usia 3–5 tahun: Kajian psikolinguistik. Jurnal Al-Qiyam, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.33648/alqiyam.v1i1.122
Norlita, W., & Rizky, M. (2022). Pengetahuan orang tua tentang gangguan perkembangan speech delay pada anak usia 1–5 tahun di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru. Jurnal Kesehatan As-Shiha. https://ejurnal.umri.ac.id/index.php/JKU/article/view/4411
Oktaviyati, F., Faridawati, D., Siswanti, I. W., Havana, R. F., & Handayani, R. (2023). Analisis dampak radiasi gadget terhadap perkembangan motorik dan kognitif anak. Jurnal Golden Age, 7(1), 74–80.
Patonah, I., Sambella, M., & Az-Zahra, S. M. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: Penelitian kualitatif, kuantitatif, dan kombinasi (mix method). Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1), 5378–5392. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/11671
Rahmah, T. M., Ludiana, I., Nurrahmi, N., & Hijriati, H. (2024). Analisis pengaruh speech delay terhadap kemampuan sosial anak di PAUD Harsya Ceria Banda Aceh. Khirani: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 1–12. https://doi.org/10.47861/khirani.v2i2.956
Ramadhani, A., Wardani, S., & Samsiar, S. (2024). Pemanfaatan gadget sebagai teknologi digital dalam meningkatkan potensi berbahasa anak usia dini. Journal on Teacher Education, 5(3), 38–46. https://doi.org/10.31004/jote.v5i3.26083
Rekam Medik RSUD Undata. (2025). Data kunjungan anak dengan speech delay.
Rukanah, L., Fadliyah, L., & Sari, J. S. (2021). Stimulasi finger puppet terhadap perkembangan bahasa anak prasekolah. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 12(16), 459–462.
Sofwatillah, Risnita, Jailani, M. S., & Saksitha, D. A. (2024). Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian ilmiah. Journal Genta Mulia, 15(2), 79–91.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Triningsih, R. W., Aryani, H. R., & Mutoharoh, Q. (2022). Musik sebagai stimulasi perkembangan bahasa pada anak usia dini: Literature review. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 11(1), 1. https://doi.org/10.31290/jpk.v11i1.2969
Yuliafarhah, N., & Siagian, I. (2023). Keterlambatan berbicara pada balita usia 3–4 tahun di Kp. Utan Bekasi Selatan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 705–713. https://www.jptam.org/index.php/jptam/article/view/5349
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurafifah, Ni Nyoman Udiani, Mikaela Delpin Fristalia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












