Konflik Sosial dalam Puisi “Mata Luka Sengkon Karta” Karya Peri Sandi Huizche: Kajian Sosiologi Sastra Ian Watt
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4302Keywords:
Konflik Sosial, Puisi, Sosiologi SastraAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk konflik sosial yang terdapat dalam puisi “Mata Luka Sengkon Karta” karya Peri Sandi Huizche dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra Ian Watt. Puisi tersebut merepresentasikan realitas ketidakadilan dan penindasan terhadap rakyat kecil pada masa Orde Baru, yang digambarkan melalui sosok Sengkon sebagai simbol penderitaan masyarakat marjinal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pembacaan dan pencatatan terhadap teks puisi sebagai sumber data utama. Analisis dilakukan menggunakan dua pendekatan yang dikemukakan Ian Watt, yaitu sastra sebagai cerminan masyarakat serta sosiologi pembaca dan pengaruh sosial karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini mencerminkan kondisi sosial yang penuh kekerasan struktural, penyalahgunaan kekuasaan, dan ketimpangan hukum. Berbagai bait dalam puisi tersebut menghadirkan simbol dan metafora yang menggambarkan kekejaman sosial, jeritan batin rakyat kecil, serta kritik terhadap sistem hukum yang tidak berpihak kepada keadilan. Melalui pembacaan sosiologis, puisi ini berfungsi sebagai media kritik sosial yang menggugah kesadaran pembaca mengenai pentingnya keadilan dan nilai kemanusiaan.
References
Bastian, A., Baruadi, M. K., & Didipu, H. (2023). “Kritik Sosial Melalui Wacana Kritis pada Puisi Esai Mata Luka Sengkon Karta”. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 9(1), 49-56.
Damono, S. D. (1978). “Sosiologi sastra: Sebuah pengantar ringkas”. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Fisher, R. J. (2016). “Konflik Antar Kelompok. Handbook Resolusi Konflik”: Teori dan Praktek, 197.
Paputungan, E. P., Mokodongan, S., Lanti, A. A., Kadir, H., & Arsadi, N. (2025). “Potret Kehidupan Sosial dalam Puisi Matinya Juara Judi Karya Sitor Situmorang”. Kajian Sosiologi Ian Watt: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 3323-3332.
Pradopo, R. D. (2018). “Pengkajian puisi”. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Prayogi, A., Nasrullah, R., Setiawan, S., & Setyawan, M. A. (2025). “Konsep Konflik dan Teori Konflik Sosial dalam Pemikiran Karl Marx”. SiNORA, 1(1), 1-11.
SEFTIA, W. A. N., & AKHMAD, F. (2024). “Analisis Sosiologi Sastra dalam Puisi Mata Luka Sengkon Karta Karya Peri Sandi”. BLAZE: JURNAL BAHASA DAN SASTRA DALAM PENDIDIKAN LINGUISTIK DAN PENGEMBANGAN Учредители: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ibnu Sina Ajibarang, 3(1), 126-138.
Sumartias, S., & Rahmat, A. (2013). “Faktor-faktor yang memengaruhi konflik sosial”. Jurnal Penelitian Komunikasi, 16(1).
Sya'baan, A. M. R., & Tike, L. (2022). “Masalah-Masalah Sosial Dalam Novel Negeri Para Bedebah Dan Negeri Di Ujung Tanduk Karya Tere Liye Sosiologi Sastra Ian Watt”. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 7(3), 523-531.
Tjahyadi, I. (2020). “Mengulik kembali pengertian sastra”. Probolinggo: Universitas Panca Marga.
Watt, I. (2015). “The rise of the novel: Studies in Defoe, Richardson and Fielding”. London: Penguin Books.
Wellek, R. (2016). “Teori Kesusastraan Rene Wellek & Austin Warren”. Melani Budianta, Pentj). Jakarta: Gramedia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Herson Kadir, Israhayu Djafar, Yunima I. Hasan, Putri Salsabilah Murad, Ikbal Mulyadi Syafi’i, Annisa Rumpabulu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












